KumpulanCerita Islam (KCI) : Tatacara Mengamalkan Surat Yasin dan Do'a Surat Yasin. Alqur'an sebagai petunjuk bagi seluruh mahluk, oleh karena itu pahamilah dan amalkan semampuhnya, berikut ini tata cara mengamalkan salah satu surat di Al-qur'an yaitu surat Yasin. Barang siapa membaca Surat Yasin dengan khusyuk,Niscaya Allah SWT akan menulis

Surah Al Fath juga mengandung penjelasan mengenai keimananSalah satu kabar gembira yang Allah SWT berikan kepada Nabi Muhammad SAW adalah terdapat dalam surah Al Fath. Dalam salah satu ayatnya, Allah SWT memberikan pertanda kemenangan yang ini menggambarkan bahwa pada saat itu, perang adalah salah satu jalan dakwah yang dilakukan. Selain itu, ada juga pembahasan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan Juga 5+ Hadits Senyum dan Hikmahnya, Masya Allah!Mengenal Surat Al FathFoto Keutamaan Membaca Alquran Orami Photo StockFoto ilustrasi Alwuran Sumber Orami Photo StockSurah Al Fath sendiri berasal dari bahasa Arab الفتح yang berarti kemenangan. Ini adalah surah ke-48 dalam Alquran dan tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 29 Al Fath ini diambil dari perkataan Fat-han yang terdapat pada ayat pertama surah ini. Sebagian besar dari ayat-ayat surah ini menerangkan hal-hal yang berhubungan dengan kemenangan yang dicapai Nabi Muhammad SAW dalam SAW gembira dengan turunnya surah ini dengan bersabda “Sesungguhnya telah diturunkan kepadaku surah ini, di mana ia lebih aku cintai daripada segala yang disinari matahari.”Melansir Lajnah Kemenag RI, di antara dalil yang menjelaskan tentang nama al-Fath adalah riwayat yang bersumber dari Abdullah bin Mughaffal iniعَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مُغَفَّلٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قَرَأَ النَّبِيُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ فَتْحِ مَكَّةَ سُوْرَةَ اْلفَتْحِ فَرَجَّعَ فِيْهَاArtinya Dari Abdullah bin Mughaffal RA, dia berkata, “Nabi Muhammad SAW membaca pada hari Fahtu Makkah surah al-Fath dan mengulangnya.” HR al-BuhakriRiwayat lainnya adalah yang bersumber dari Musawir bin Mahkramahعَنِ الْمِسْوَرِ بْنِ مَخْرَمَةَ وَمَرْواَنَ بْنِ الْحَكَمِ قَالَا نَزَلَتْ سُوْرَةُ اْلفَتْحِ بَيْنَ مَكَّةَ وَالْمَدِيْنَةَ فِي شَأْنِ الْهُدَيْبِيَةِ مِنْ اَوَّلهِاَ اِلَى اَخِرِهَا.Artinya Dari Miswari bin Mahkramah dan Marwan bin Hakam berkata “Surah al-Fath diturunkan antara Makkah dan Madinah pada peristiwa Hudaibiyah dari awal hingg akhir.” HR al-HakimTerdapat juga keterangan dari riwayat lainnya bersumber dari Ibnu Abbas RAعَنْ ابْنِ عباس رَضِيَ اللهُ عَنْهما قَالَ نَزَلَتْ سُوْرَةُ اْلفَتْحِ بالْمَدِيْنَةَArtinya Dari Ibnu Abbas RA dia berkata “Surah al-Fath diturunkan di Madinah.”Baca Juga Mengenal Zakat dan Hikmahnya dalam Islam, Wajib Tahu!Kandungan Surah Al FathFoto Nama-nama Surga Foto ilustrasi surga Sumber Orami Photo StockMelansir studi Digital Library UIN Surabaya dalam kaitannya dengan klasifikasi kandungan Alquran, surat ini juga mencakup keseluruhan isi pokok dari kandungan antaranya adalah terdapat masalah tauhid, janji dan ancaman, ibadah, jalan untuk mencapai kebahagiaan, dan juga menjadi pokok bahasan dalam surah Al Fath adalah mengenai masalah keimanan, hukum dan kisah atau peristiwa yang terjadi pada saat itu, namun yang paling banyak adalah terkait masalah kandungan dalam surah Al Fath yakniTerdapat berita gembira bahwa Nabi Muhammad SAW akan memperoleh kemenangan yang nyata dan agama Allah SWT menjadi agama yang mulia dan kuat,Janji Allah SWT kepada orang-orang mukmin dan ancaman nya kepada orang-orang kafir dan munafik,Mencela orang-orang arab aslam, muzainah, juhainah, ghifar yang tidak mau ikut serta bersama Rasulullah SAW ke Makkah pada tahun 6 H tahun hudaibiyah,Menyatakan keridlaan Allah SWT kepada para sahabat Nabi Muhammad SAW yang telah mengadakan Baiatur Ridwan di bawah pohon dan menyatakan janji Allah kepada mereka, bahwa mereka diberi surga di akhirat nanti,Berita gembira bahwa mimpi Rasulullah SAW pasti akan menjadi kenyataan,Sifat nabi dan orang-orang mukmin yaitu bersikap lemah lembut terhadap sesama mukmin dan berlaku keras terhadap orang-orang kafir,Janji Allah SWT kepada orang-orang mukmin dan beramal saleh bahwa mereka akan mendapat ampunan dan pahala yang Juga 10 Hikmah Ibadah Haji yang Menenangkan Hati, Masya Allah!Keutamaan Surah Al-FathFoto ayat Alquran tentang jodoh Orami Photo StocksFoto ilustrasi Alwuran Sumber Orami Photo StockKarena tergolong surah yang memiliki kandungan yang umum yang ada dalam Alquran, surah Al Fath juga memiliki beragam keutamaan bagi orang yang senantiasa ini dipercaya dapat menjadi wasilah untuk perlindungan bagi harta benda, keluarga, dapat berkumpul dengan orang-orang yang ikhlas di Abdullah berkata bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda “Lindungilah harta kalian, istri-istri kalian dan sahaya kalian dari kerusakan dengan membaca surah inna fatahna’ Surah Al-Fath, karena sesungguhnya barangsiapa yang istiqamah membaca surah itu, pada hari kiamat kelak ada seruan yang didengar oleh makhluk,Engkau termasuk hamba Allah yang ikhlas, maka kalian malaikat kumpulkan ia dengan orang-orang soleh dari hamba-hamba-Ku, kalian tempatkan mereka di dalam surga An’Na’im, dan kalian berikan mereka minuman arak yang dicampur dengan kafur.’” Tsawabul A’mal 144Selain itu, surat ini juga banyak dipercaya menjadi wasilah agar memperoleh pahala seperti orang yang berbaiat dalam perang Fathu SAW pernah bersabda “Barangsiapa yang membaca surah ini Surah Al-Fath, maka Allah akan mencatatnya sebagai pahala seperti pahala orang yang berbaiat kepada Nabi di bawah pohon dan memegang teguh baiatnya itu, serta seperti pahala orang yang menyertai Nabi dalam hari Fathul yang membacanya, dan meletakkannya di bawah kepalanya, maka ia akan terlindungi dari pencuri. Dan barangsiapa yang menulisnya di dalam lembaran kertas, maka perkataannya akan didengar oleh orang-orang. Tiada yang terucap darinya, kecuali akan diterima dan dipercaya.” Tafsirul Burhan, Juz 7 227Ada pula klaim yang percaua bahwa surah Al Fath dapat menjadi doa agar terlindungi dari peperangan, memperoleh kebaikan, sembuh dari demam, dan terhindar dari SAW pernah bersabda “Barangsiapa yang menulisnya Surah Al-Fath, dan membacanya membawanya dalam peperangan dan permusuhan, maka ia akan terlindungi dari semua itu, dan ia juga akan dibukakan pintu kebaikan yang meminum airnya karena sedang demam dan takut, maka ia akan merasa tenang dan ketakutannya pun akan hilang. Dan barangsiapa yang membacanya ketika sedang berada di tengah lautan, maka ia akan aman dari musibah tenggelam, dengan izin Allah.” Tafsirul Burhan, Juz 7 227Demikianlah penjelasan mengenai Surah Al-Fath yang utamanya akan memberikan pahala bagi orang-orang yang membacanya sebagai bagian dari membaca Alquran. Sumber Copyright © 2023 Orami. All rights reserved.

SuratAl-Fatihah, surat yang paling agung di dalam Al-Quran. Seorang muslim minimal harus membacanya 17x dalam sehari, yang mana hal ini menunjukkan kepada keagungan dan pentingnya surat ini. Berikut ini adalah cara mengamalkan surat Al-Fatihah -tentunya dengan terlebih dahulu memahami kandungannya- yang disadur dari kitab Al-Quran Tadabbur بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ اِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُّبِيْنًاۙ Innā fataḥnā laka fatḥam mubīnān. Sesungguhnya Kami telah menganugerahkan kepadamu kemenangan yang nyata لِّيَغْفِرَ لَكَ اللّٰهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْۢبِكَ وَمَا تَاَخَّرَ وَيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكَ وَيَهْدِيَكَ صِرَاطًا مُّسْتَقِيْمًاۙ Liyagfira lakallāhu mā taqaddama min żambika wa mā ta'akhkhara wa yutimma nimatahū alaika wa yahdiyaka ṣirāṭam mustaqīmān. agar Allah memberikan ampunan kepadamu Nabi Muhammad atas dosamu yang lalu dan yang akan datang, menyempurnakan nikmat-Nya atasmu, menunjukimu ke jalan yang lurus, وَّيَنْصُرَكَ اللّٰهُ نَصْرًا عَزِيْزًا Wa yanṣurakallāhu naṣran azīzān. dan agar Allah menolongmu dengan pertolongan yang besar. هُوَ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ السَّكِيْنَةَ فِيْ قُلُوْبِ الْمُؤْمِنِيْنَ لِيَزْدَادُوْٓا اِيْمَانًا مَّعَ اِيْمَانِهِمْ ۗوَلِلّٰهِ جُنُوْدُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَكَانَ اللّٰهُ عَلِيْمًا حَكِيْمًاۙ Huwal-lażī anzalas-sakīnata fī qulūbil-mu'minīna liyazdādū īmānam maa īmānihim, wa lillāhi junūdus-samāwāti wal-arḍi, wa kānallāhu alīman ḥakīmān. Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin untuk menambah keimanan atas keimanan mereka yang telah ada. Milik Allahlah bala tentara langit dan bumi dan Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana. لِّيُدْخِلَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا وَيُكَفِّرَ عَنْهُمْ سَيِّاٰتِهِمْۗ وَكَانَ ذٰلِكَ عِنْدَ اللّٰهِ فَوْزًا عَظِيْمًاۙ Liyudkhilal-mu'minīna wal-mu'mināti jannātin tajrī min taḥtihal-anhāru khālidīna fīhā wa yukaffira anhum sayyi'ātihim, wa kāna żālika indallāhi fauzan aẓīmān. Hal itu agar Dia memasukkan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya. Dia pun akan menghapus kesalahan-kesalahan mereka. Yang demikian itu menurut Allah suatu keuntungan yang besar. وَّيُعَذِّبَ الْمُنٰفِقِيْنَ وَالْمُنٰفِقٰتِ وَالْمُشْرِكِيْنَ وَالْمُشْرِكٰتِ الظَّاۤنِّيْنَ بِاللّٰهِ ظَنَّ السَّوْءِۗ عَلَيْهِمْ دَاۤىِٕرَةُ السَّوْءِۚ وَغَضِبَ اللّٰهُ عَلَيْهِمْ وَلَعَنَهُمْ وَاَعَدَّ لَهُمْ جَهَنَّمَۗ وَسَاۤءَتْ مَصِيْرًا Wa yuażżibal-munāfiqīna wal-munāfiqāti wal-musyrikīna wal-musyrikātiẓ-ẓānnīna billāhi ẓannas-sau'i, alaihim dā'iratus-sau'i, wa gaḍiballāhu alaihim wa laanahum wa aadda lahum jahannama, wa sā'at maṣīrān. Juga agar Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan serta orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang berprasangka buruk terhadap Allah. Mereka akan mendapat giliran azab yang buruk. Allah pun murka kepada mereka, melaknat mereka, dan menyediakan neraka Jahanam bagi mereka. Itulah seburuk-buruk tempat kembali. وَلِلّٰهِ جُنُوْدُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَكَانَ اللّٰهُ عَزِيْزًا حَكِيْمًا Wa lillāhi junūdus-samāwāti wal-arḍi, wa kānallāhu azīzan ḥakīmān. Milik Allahlah bala tentara langit dan bumi. Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. اِنَّآ اَرْسَلْنٰكَ شَاهِدًا وَّمُبَشِّرًا وَّنَذِيْرًاۙ Innā arsalnāka syāhidaw wa mubasysyiraw wa nażīrān. Sesungguhnya Kami mengutus engkau Nabi Muhammad sebagai saksi, pembawa berita gembira, dan pemberi peringatan لِّتُؤْمِنُوْا بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَتُعَزِّرُوْهُ وَتُوَقِّرُوْهُۗ وَتُسَبِّحُوْهُ بُكْرَةً وَّاَصِيْلًا Litu'minū billāhi wa rasūlihī wa tuazzirūhu wa tuwaqqirūhu, wa tusabbiḥūhu bukrataw wa aṣīlān. agar kamu sekalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menguatkan agama-Nya, membesarkan-Nya, dan bertasbih kepada-Nya, baik pagi maupun petang. اِنَّ الَّذِيْنَ يُبَايِعُوْنَكَ اِنَّمَا يُبَايِعُوْنَ اللّٰهَ ۗيَدُ اللّٰهِ فَوْقَ اَيْدِيْهِمْ ۚ فَمَنْ نَّكَثَ فَاِنَّمَا يَنْكُثُ عَلٰى نَفْسِهٖۚ وَمَنْ اَوْفٰى بِمَا عٰهَدَ عَلَيْهُ اللّٰهَ فَسَيُؤْتِيْهِ اَجْرًا عَظِيْمًا ࣖ Innal-lażīna yubāyiūnaka innamā yubāyiūnallāha, yadullāhi fauqa aidīhim, faman nakaṡa fa'innamā yankuṡu alā nafsihī, wa man aufā bimā āhada alaihullāha fa sayu'tīhi ajran aẓīmān. Sesungguhnya orang-orang yang berjanji setia kepadamu Nabi Muhammad, pada hakikatnya mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka. Oleh sebab itu, siapa yang melanggar janji setia itu, maka sesungguhnya akibat buruk dari pelanggaran itu hanya akan menimpa dirinya sendiri. Siapa yang menepati janjinya kepada Allah, maka Dia akan menganugerahinya pahala yang besar. سَيَقُوْلُ لَكَ الْمُخَلَّفُوْنَ مِنَ الْاَعْرَابِ شَغَلَتْنَآ اَمْوَالُنَا وَاَهْلُوْنَا فَاسْتَغْفِرْ لَنَا ۚيَقُوْلُوْنَ بِاَلْسِنَتِهِمْ مَّا لَيْسَ فِيْ قُلُوْبِهِمْۗ قُلْ فَمَنْ يَّمْلِكُ لَكُمْ مِّنَ اللّٰهِ شَيْـًٔا اِنْ اَرَادَ بِكُمْ ضَرًّا اَوْ اَرَادَ بِكُمْ نَفْعًا ۗبَلْ كَانَ اللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرًا Sayaqūlu lakal-mukhallafūna minal-arābi syagalatnā amwālunā wa ahlūnā fastagfir lanā, yaqūlūna bi'alsinatihim mā laisa fī qulūbihim, qul famay yamliku lakum minallāhi syai'an in arāda bikum ḍarran au arāda bikum nafān, bal kānallāhu bimā tamalūna khabīrān. Orang-orang Arab Badui yang ditinggalkan karena tidak mau ikut ke Hudaibiah akan berkata kepadamu, “Kami telah disibukkan oleh harta dan keluarga kami, maka mohonkanlah ampunan untuk kami.” Mereka mengucapkan dengan mulutnya apa yang tidak ada dalam hatinya. Katakanlah, “Siapakah yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah jika Dia menghendaki mudarat terhadap kamu atau jika Dia menghendaki manfaat bagimu? Bahkan, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” بَلْ ظَنَنْتُمْ اَنْ لَّنْ يَّنْقَلِبَ الرَّسُوْلُ وَالْمُؤْمِنُوْنَ اِلٰٓى اَهْلِيْهِمْ اَبَدًا وَّزُيِّنَ ذٰلِكَ فِيْ قُلُوْبِكُمْ وَظَنَنْتُمْ ظَنَّ السَّوْءِۚ وَكُنْتُمْ قَوْمًاۢ بُوْرًا Bal ẓanantum allay yanqalibar-rasūlu wal-mu'minūna ilā ahlīhim abadaw wa zuyyina żālika fī qulūbikum wa ẓanantum ẓannas-sau'i, wa kuntum qaumam būrān. Bahkan, semula kamu menyangka bahwa Rasul dan orang-orang mukmin sama sekali tidak akan kembali lagi kepada keluarga mereka selama-lamanya dan dijadikan terasa indah yang demikian itu di dalam hatimu. Kamu telah berprasangka buruk. Oleh sebab itu, kamu menjadi kaum yang binasa. وَمَنْ لَّمْ يُؤْمِنْۢ بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ فَاِنَّآ اَعْتَدْنَا لِلْكٰفِرِيْنَ سَعِيْرًا Wa mal lam yu'mim billāhi wa rasūlihī fa'innā atadnā lil-kāfirīna saīrān. Siapa yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir itu neraka Sair yang menyala-nyala. وَلِلّٰهِ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ يَغْفِرُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَّشَاۤءُ ۗوَكَانَ اللّٰهُ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا Wa lillāhi mulkus-samāwāti wal-arḍi, yagfiru limay yasyā'u wa yuażżibu may yasyā'u, wa kānallāhu gafūrar raḥīmān. Milik Allahlah kerajaan langit dan bumi. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan mengazab siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. سَيَقُوْلُ الْمُخَلَّفُوْنَ اِذَا انْطَلَقْتُمْ اِلٰى مَغَانِمَ لِتَأْخُذُوْهَا ذَرُوْنَا نَتَّبِعْكُمْ ۚ يُرِيْدُوْنَ اَنْ يُّبَدِّلُوْا كَلٰمَ اللّٰهِ ۗ قُلْ لَّنْ تَتَّبِعُوْنَا كَذٰلِكُمْ قَالَ اللّٰهُ مِنْ قَبْلُ ۖفَسَيَقُوْلُوْنَ بَلْ تَحْسُدُوْنَنَا ۗ بَلْ كَانُوْا لَا يَفْقَهُوْنَ اِلَّا قَلِيْلًا Sayaqūlul-mukhallafūna iżanṭalaqtum ilā magānima lita'khużūhā żarūnā nattabikum, yurīdūna ay yubaddilū kalāmallāhi, qul lan tattabiūnā każālikum qālallāhu min qablu, fasayaqūlūna bal taḥsudūnanā, bal kānū lā yafqahūna illā qalīlān. Apabila kamu nanti berangkat untuk mengambil rampasan perang, orang-orang Badui yang ditinggalkan itu akan berkata, “Biarkanlah kami mengikutimu.” Mereka hendak mengubah janji Allah. Katakanlah, “Kamu sekali-kali tidak boleh mengikuti kami. Demikianlah yang telah difirmankan Allah sebelumnya.” Maka, mereka akan berkata, “Sebenarnya kamu dengki kepada kami,” padahal mereka tidak mengerti kecuali sedikit sekali. قُلْ لِّلْمُخَلَّفِيْنَ مِنَ الْاَعْرَابِ سَتُدْعَوْنَ اِلٰى قَوْمٍ اُولِيْ بَأْسٍ شَدِيْدٍ تُقَاتِلُوْنَهُمْ اَوْ يُسْلِمُوْنَ ۚ فَاِنْ تُطِيْعُوْا يُؤْتِكُمُ اللّٰهُ اَجْرًا حَسَنًا ۚ وَاِنْ تَتَوَلَّوْا كَمَا تَوَلَّيْتُمْ مِّنْ قَبْلُ يُعَذِّبْكُمْ عَذَابًا اَلِيْمًا Qul lil-mukhallafīna minal-arābi satudauna ilā qaumin ulī ba'sin syadīdin tuqātilūnahum au yuslimūna, fa'in tuṭīū yu'tikumullāhu ajran ḥasanān, wa in tatawallau kamā tawallaitum min qablu yuażżibkum ażāban alīmān. Katakanlah kepada orang-orang Arab Badui yang ditinggalkan itu, “Kamu akan diajak untuk memerangi kaum yang mempunyai kekuatan yang besar. Kamu akan memerangi mereka atau mereka menyerah. Jika kamu mematuhi ajakan itu, Allah akan memberimu balasan yang baik. Akan tetapi, jika kamu berpaling seperti yang kamu perbuat sebelumnya, Dia akan mengazabmu dengan azab yang pedih.” لَيْسَ عَلَى الْاَعْمٰى حَرَجٌ وَّلَا عَلَى الْاَعْرَجِ حَرَجٌ وَّلَا عَلَى الْمَرِيْضِ حَرَجٌ ۗ وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ يُدْخِلْهُ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ ۚ وَمَنْ يَّتَوَلَّ يُعَذِّبْهُ عَذَابًا اَلِيْمًا ࣖ Laisa alal-amā ḥarajuw wa lā alal-araji ḥarajuw wa lā alal-marīḍi ḥarajuw, wa may yuṭiillāha wa rasūlahū yudkhilhu jannātin tajrī min taḥtihal-anhāru, wa may yatawalla yuażżibhu ażāban alīmān. Tidak ada dosa atas orang-orang yang buta, orang-orang yang pincang, dan orang-orang yang sakit apabila tidak ikut berperang. Siapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, dia akan dimasukkan oleh-Nya ke dalam surga yang mengalir bawahnya sungai-sungai. Akan tetapi, siapa yang berpaling, dia akan diazab oleh-Nya dengan azab yang pedih. ۞ لَقَدْ رَضِيَ اللّٰهُ عَنِ الْمُؤْمِنِيْنَ اِذْ يُبَايِعُوْنَكَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ فَعَلِمَ مَا فِيْ قُلُوْبِهِمْ فَاَنْزَلَ السَّكِيْنَةَ عَلَيْهِمْ وَاَثَابَهُمْ فَتْحًا قَرِيْبًاۙ Laqad raḍiyallāhu anil-mu'minīna iż yubāyiūnaka taḥtasy-syajarati faalima mā fī qulūbihim fa'anzalas-sakīnata alaihim wa aṡābahum fatḥan qarībān. Sungguh, Allah benar-benar telah meridai orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu Nabi Muhammad di bawah sebuah pohon. Dia mengetahui apa yang ada dalam hati mereka, lalu Dia menganugerahkan ketenangan kepada mereka dan memberi balasan berupa kemenangan yang dekat وَّمَغَانِمَ كَثِيْرَةً يَّأْخُذُوْنَهَا ۗ وَكَانَ اللّٰهُ عَزِيْزًا حَكِيْمًا Wa magānima kaṡīratay ya'khużūnahā, wa kānallāhu azīzan ḥakīmān. dan harta rampasan perang yang banyak yang dapat mereka ambil. Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. وَعَدَكُمُ اللّٰهُ مَغَانِمَ كَثِيْرَةً تَأْخُذُوْنَهَا فَعَجَّلَ لَكُمْ هٰذِهٖ وَكَفَّ اَيْدِيَ النَّاسِ عَنْكُمْۚ وَلِتَكُوْنَ اٰيَةً لِّلْمُؤْمِنِيْنَ وَيَهْدِيَكُمْ صِرَاطًا مُّسْتَقِيْمًاۙ Waadakumullāhu magānima kaṡīratan ta'khużūnahā faajjala lakum hāżihī wa kaffa aidiyan-nāsi ankum, wa litakūna āyatal lil-mu'minīna wa yahdiyakum ṣirāṭam mustaqīmān. Allah telah menjanjikan kepadamu rampasan perang yang banyak yang nanti dapat kamu ambil, maka Dia menyegerakan harta rampasan perang ini untukmu. Dia menahan tangan mencegah manusia dari upaya menganiaya-mu agar kamu mensyukuri-Nya, agar menjadi bukti bagi orang-orang mukmin, dan agar Dia menunjukkan kamu ke jalan yang lurus. وَّاُخْرٰى لَمْ تَقْدِرُوْا عَلَيْهَا قَدْ اَحَاطَ اللّٰهُ بِهَا ۗوَكَانَ اللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرًا Wa ukhrā lam taqdirū alaihā qad aḥāṭallāhu bihā, wa kānallāhu alā kulli syai'in qadīrān. Allah menjanjikan pula rampasan perang lain yang kamu belum dapat menguasainya, tetapi sungguh Allah telah menguasainya. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. وَلَوْ قَاتَلَكُمُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَوَلَّوُا الْاَدْبَارَ ثُمَّ لَا يَجِدُوْنَ وَلِيًّا وَّلَا نَصِيْرًا Wa lau qātalakumul-lażīna kafarū lawallawul-adbāra ṡumma lā yajidūna waliyyaw wa lā naṣīrān. Sekiranya orang-orang yang kufur itu memerangi kamu, pastilah mereka akan berbalik melarikan diri kalah, kemudian mereka tidak akan mendapatkan pelindung dan penolong. سُنَّةَ اللّٰهِ الَّتِيْ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلُ ۖوَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّةِ اللّٰهِ تَبْدِيْلًا Sunnatallāhil-latī qad khalat min qablu, wa lan tajida lisunnatillāhi tabdīlān. Demikianlah sunatullah yang sungguh telah berlaku sejak dahulu. Kamu sekali-kali tidak akan menemukan perubahan pada sunatullah itu. وَهُوَ الَّذِيْ كَفَّ اَيْدِيَهُمْ عَنْكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ عَنْهُمْ بِبَطْنِ مَكَّةَ مِنْۢ بَعْدِ اَنْ اَظْفَرَكُمْ عَلَيْهِمْ ۗوَكَانَ اللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرًا Wa huwal-lażī kaffa aidiyahum ankum wa aidiyakum anhum bibaṭni makkata mim badi an aẓfarakum alaihim, wa kānallāh bimā tamalūna baṣīrān. Dialah Allah yang menahan tangan mencegah mereka dari upaya menganiaya kamu dan menahan tangan mencegah kamu dari upaya menganiaya mereka di tengah kota Makkah setelah Dia memenangkan kamu atas mereka. Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. هُمُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَصَدُّوْكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَالْهَدْيَ مَعْكُوْفًا اَنْ يَّبْلُغَ مَحِلَّهٗ ۚوَلَوْلَا رِجَالٌ مُّؤْمِنُوْنَ وَنِسَاۤءٌ مُّؤْمِنٰتٌ لَّمْ تَعْلَمُوْهُمْ اَنْ تَطَـُٔوْهُمْ فَتُصِيْبَكُمْ مِّنْهُمْ مَّعَرَّةٌ ۢبِغَيْرِ عِلْمٍ ۚ لِيُدْخِلَ اللّٰهُ فِيْ رَحْمَتِهٖ مَنْ يَّشَاۤءُۚ لَوْ تَزَيَّلُوْا لَعَذَّبْنَا الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْهُمْ عَذَابًا اَلِيْمًا Humul-lażīna kafarū wa ṣaddūkum anil-masjidil-ḥarāmi wal-hadya makūfan ay yabluga maḥillahū, wa lau lā rijālum mu'minūna wa nisā'um mu'minātul lam talamūhum an taṭa'ūhum fa tuṣībakum minhum maarratum bigairi ilmin, liyudkhilallāhu fī raḥmatihī may yasyā'u, lau tazayyalū laażżabnal-lażīna kafarū minhum ażāban alīmān. Merekalah orang-orang yang kufur dan menghalang-halangi kamu masuk Masjidilharam dan menghalangi pula hewan-hewan kurban yang terkumpul sampai ke tempat penyembelihan-nya. Seandainya tidak ada beberapa orang laki-laki dan perempuan yang beriman yang tidak kamu ketahui keberadaannya karena berbaur dengan orang-orang kafir, yaitu seandainya tidak dikhawatirkan kamu akan membunuh mereka yang menyebabkan kamu ditimpa kesulitan tanpa kamu sadari, maka Allah tidak akan mencegahmu untuk memerangi mereka. Itu semua karena Allah hendak memasukkan siapa yang Dia kehendaki ke dalam rahmat-Nya. Sekiranya mereka terpisah, tentu Kami akan mengazab orang-orang yang kufur di antara mereka dengan azab yang pedih. اِذْ جَعَلَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا فِيْ قُلُوْبِهِمُ الْحَمِيَّةَ حَمِيَّةَ الْجَاهِلِيَّةِ فَاَنْزَلَ اللّٰهُ سَكِيْنَتَهٗ عَلٰى رَسُوْلِهٖ وَعَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ وَاَلْزَمَهُمْ كَلِمَةَ التَّقْوٰى وَكَانُوْٓا اَحَقَّ بِهَا وَاَهْلَهَا ۗوَكَانَ اللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمًا ࣖ Iż jaalal-lażīna kafarū fī qulūbihimul-ḥamiyyata ḥamiyyatal-jāhiliyyati fa anzalallāhu sakīnatahū alā rasūlihī wa alal-mu'minīna wa alzamahum kalimatat-taqwā wa kānū aḥaqqa bihā wa ahlahā, wa kānallāhu bikulli syai'in alīmān. Kami akan mengazab orang-orang yang kufur ketika mereka menanamkan kesombongan dalam hati mereka, yaitu kesombongan jahiliah, lalu Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya dan orang-orang mukmin. Allah menetapkan pula untuk mereka kalimat takwa. Mereka lebih berhak atas kalimat itu dan patut memilikinya. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. لَقَدْ صَدَقَ اللّٰهُ رَسُوْلَهُ الرُّءْيَا بِالْحَقِّ ۚ لَتَدْخُلُنَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ اٰمِنِيْنَۙ مُحَلِّقِيْنَ رُءُوْسَكُمْ وَمُقَصِّرِيْنَۙ لَا تَخَافُوْنَ ۗفَعَلِمَ مَا لَمْ تَعْلَمُوْا فَجَعَلَ مِنْ دُوْنِ ذٰلِكَ فَتْحًا قَرِيْبًا Laqad ṣadaqallāhu rasūlahur-ru'yā bil-ḥaqqi, latadkhulunnal-masjidal-ḥarāma in syā'allāhu āminīna, muḥalliqīna ru'ūsakum wa muqaṣṣirīna, lā takhāfūna, faalima mā lam talamū fajaala min dūni żālika fatḥan qarībān. Sungguh, Allah benar-benar akan membuktikan kepada Rasul-Nya tentang kebenaran mimpinya dengan sebenar-benarnya, yaitu bahwa kamu pasti akan memasuki Masjidilharam, jika Allah menghendaki, dalam keadaan aman, dengan mencukur rambut kepala, dan memendekkannya, sedang kamu tidak merasa takut. Allah mengetahui apa yang tidak kamu ketahui dan sebelum itu Dia telah memberikan kemenangan yang dekat. هُوَ الَّذِيْٓ اَرْسَلَ رَسُوْلَهٗ بِالْهُدٰى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهٗ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهٖ ۗوَكَفٰى بِاللّٰهِ شَهِيْدًا Huwal-lażī arsala rasūlahū bil-hudā wa dīnil-ḥaqqi liyuẓhirahū alad-dīni kullihī, wa kafā billāhi syahīdān. Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia mengunggulkan agama tersebut atas semua agama. Cukuplah Allah sebagai saksi. مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللّٰهِ ۗوَالَّذِيْنَ مَعَهٗٓ اَشِدَّاۤءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاۤءُ بَيْنَهُمْ تَرٰىهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَّبْتَغُوْنَ فَضْلًا مِّنَ اللّٰهِ وَرِضْوَانًا ۖ سِيْمَاهُمْ فِيْ وُجُوْهِهِمْ مِّنْ اَثَرِ السُّجُوْدِ ۗذٰلِكَ مَثَلُهُمْ فِى التَّوْرٰىةِ ۖوَمَثَلُهُمْ فِى الْاِنْجِيْلِۚ كَزَرْعٍ اَخْرَجَ شَطْـَٔهٗ فَاٰزَرَهٗ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوٰى عَلٰى سُوْقِهٖ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيْظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ ۗوَعَدَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ مِنْهُمْ مَّغْفِرَةً وَّاَجْرًا عَظِيْمًا ࣖ Muḥammadur rasūlullāhi, wal-lażīna maahū asyiddā'u alal-kuffāri ruḥamā'u bainahum tarāhum rukkaan sujjaday yabtagūna faḍlam minallāhi wa riḍwānān, sīmāhum fī wujūhihim min aṡaris-sujūdi, żālika maṡaluhum fit-taurāhti, wa maṡaluhum fil-injīli, kazarin akhraja syaṭ'ahū fa āzarahū fastaglaẓa fastawā alā sūqihī yujibuz-zurrāa liyagīẓa bihimul-kuffāra, waadallāhul-lażīna āmanū wa amiluṣ-ṣāliḥāti minhum magfirataw wa ajran aẓīmān. Nabi Muhammad adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengannya bersikap keras terhadap orang-orang kafir yang bersikap memusuhi, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu melihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridaan-Nya. Pada wajah mereka tampak tanda-tanda bekas sujud bercahaya. Itu adalah sifat-sifat mereka yang diungkapkan dalam Taurat dan Injil, yaitu seperti benih yang mengeluarkan tunasnya, kemudian tunas itu makin kuat, lalu menjadi besar dan tumbuh di atas batangnya. Tanaman itu menyenangkan hati orang yang menanamnya. Keadaan mereka diumpamakan seperti itu karena Allah hendak membuat marah orang-orang kafir. Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan di antara mereka ampunan dan pahala yang besar. Quick Links Yasin Al Waqiah Al Kahfi Al Mulk Ar Rahman An Nasr Al Baqarah At Tin Al Fatihah An Nas An Naba Al Qariah
CaraMengamalkan Mahabbah Surat Al Fatihah. Mengamalkan Mahabbah Surat Al fatihah cukup dengan menggunakannya untuk wirid. Jika ingin cepat manjur, sesudah membaca wirid yang 7 kali, ditambah dengan 1 kali Al fatihah khusus untuk target yang dituju dengan menyertakan nama bin/binti.yang dikehendaki. Mengapa Harus menambahkan 1 kali ucapan ?

SERANG – Membaca surat Al Fath pada awal Ramadhan merupakan amalan yang dianjurkan dalam ajaran Islam. Berikut ini keutamaan dan cara mengamalkan surat Al Fath pada awal bulan Ramadhan. Surat Al Fath merupakan surat yang sering dibaca dan paling dicintai oleh Rasulullah SAW daripada dunia seisinya sesuai sabdaNya. “Telah turun padaku malam ini sebuah surat; surat tersebut lebih aku cintai daripada terbitnya matahari” HR. At-Tirmidzi, Shahih Al-Jami’ No. 5121 Surat ini dinamakan Al-Fath karena Allah menyebutkan banyak penaklukan-penaklukan dan karunia yang agung kepada Rasulullah dan juga para sahabatnya dalam surat ini. Adapun surat Al-Fath memiliki 29 ayat. Keutamaan dari membaca surat Al-Fath ini adalah barang siapa membaca surah ini, harta, istri, dan apa pun yang dimilikinya akan terjaga dari kerusakan. Dalam surat Al-Fath ini juga terdapat banyak arti dan amalan yang baik apabila dibaca dan diamalkan di bulan Ramadhan. Keutamaan Membaca Surat Al-Fath di Awal Ramadhan Berikut keutamaan yang bisa didapat saat membaca surat Al-Fath saat Awal Ramadhan, dikutip dari buku Terjemah dan Fadhilah Majmu’ Syarif karya Ustadz Rusdianto. Sebagian orang makrifat mengungkapkan bahwa barangsiapa membacanya di permulaan malam pada bulan Ramadhan, maka ia akan terjaga dari berbagai penyakit selama setahun kemudian. Apabila surat Al Fath dibaca pada tiga malam permulaan bulan Ramadhan maka pembacanya akan diberi kelapangan rezeki dalam masa setahun kemudian. Bila seseorang membaca surat ini secara terus-menerus setiap hari, maka ia akan ditemui Rasulullah dalam mimpi. Barang siapa membacanya secara istiqamah hingga akhir hayatnya maka ia kelak berkumpul dengan orang yang mati syahid. Sabda Nabi Muhammad Saw., “Membaca surat al-Fath sama dengan pahalanya berperang syahid bersama Rasulullah semasa Fathu Makkah.” Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Sa’labi. Barang siapa yang membaca surat al-Fath sekali setiap selesai shalat fardhu maka Allah akan memberikan kemenangan baginya dalam melawan godaan setan dan hawa nafsu. Cara Mengamalkan Surat Al-Fath di Awal Ramadhan Dikutip dari buku Mukjizat Surah-surah Al-Quran 2005 karya Haidar Ahmad, Disunahkan membaca ayat ke-29 dari surah ini bersama Surah al Fatihah dan ayat ke-154 dari Surah Ali Imrán selama sepuluh hari sebanyak 11 kali setiap harinya agar segala hajat dan permintaan, keseluruhan atau sebagiannya, terkabul dengan kehendak Allah SWT. Nah itu dia keutamaan yang bisa didapat jika kita membaca Surat Al Fath. Selamat beribadah !

Sebelumnyamari pelajari informasi surat ini. Arti surat Al Fath adalah "kemenangan", surat ini memiliki 29 ayat yang masuk dalam juz ke 29 dan merupakan golongan surat Madaniyah. Dalam Al Quran, surat al fath berada pada urutan ke-48. Lebih lengkapnya silahkan tabel informasi surat berikut ini.
Ilustrasi mengamalkan surat Al FatihahSurat Al Fatihah merupakan induk dari semua isi Alquran atau biasa disebut dengan Ummul Qur’an atau Ummul Kitab. Sebagai surat yang istimewa, Al Fatihah juga memiliki banyak khasiat atau fadhilah bagi siapa saja yang selalu rutin fadhilah atau khasiat dari surat Al Fatihah yaitu akan dikabulkan hajat yang dinginkan jika dibaca sebanyak tujuh kali. Sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Haidar Ahmad Al A’raji dalam buku Mukjizat Surah-surah Al-Qur’an, bahwa khasiat membaca Al Fatihah tujuh kali adalah akan terpenuhinya hajat dalam kurun waktu tiga jika membacanya disertai sholawat kepada Nabi Muhammad SAW dan keluarganya sebanyak 100x, kemudian dilanjutkan dengan membaca surat Al Insyirah 70x. Apapun hajat yang diinginkan, asalkan percaya dan yakin terhadap kekuasaan Allah, tentu Allah akan mengabulkan membacanya sebanyak 7x, terdapat beberapa jumlah lain yang dapat diikuti yang tentunya memiliki khasiat tersendiri. Berikut ini pemaparan beberapa khasiat dan fadhilah dari surat Al Surat Al FatihahIlustrasi khasiat surat Al Fatihah. Foto UnsplashMenyadur buku Intisari Kitab Mujarobat yang ditulis Mohammad Ulin Nuha tertulis beberapa khasiat yang akan didapatkan ketika membaca surat Al Fatihah, antara lain1. Khasiat membaca Al Fatihah 1x dan 7x untuk kesembuhanSurat Al Fatihah bisa dijadikan sebagai sarana untuk menyembuhkan sakit. Caranya adalah dengan membaca surat Al Fatihah 1x dan membaca doa meminta kesembuhan yang dianjurkan oleh para ulama. Dengan izin Allah luka tersebut akan bacaan doa agar diberikan kesembuhan adalah sebagai berikutAllahumma adzhib’unnii suu’amaa azadu wafukhsyahu bida’wati nabiyyikalamiinil makiini “Ya Allah, lenyapkanlah darinya keburukan apa yang ia rasakan beserta kekejiannya dengan doa Nabi-Mu yang penuh berkah di sisi-Mu.”2. Khasiat membaca Al Fatihah 70xSiapa saja yang membaca Al fatihah sebanyak 70 kali adalah mendapatkan ilmu dan hikmah yang bermanfaat. Dengan membaca surat Al Fatihah dalam keadaan wudhu tujuh hari berturut-turut, setiap harinya membaca 70x, kemudian ditiupkan pada air suci dan diminum, Insya Allah orang tersebut akan mendapatkan ilmu dan hikmah. Ia juga akan terbebas dari pemikiran yang jahat dan tidak mudah lupa dari apa yang pernah ia mengamalkan surat Al Fatihah. Foto Pixabay3. Khasiat membaca Al Fatihah 100xAdapun keutamaan membaca 100x antara lain akan dimudahkan rezekinya, terang wajah dan hatinya, serta dimudahkan segala urusannya. Caranya adalah dengan selalu rutin membaca surat Al Fatihah setiap setelah sholat fardhu sebanyak 20x, sehingga dalam sehari semalam dapat membacanya Khasiat membaca Al Fatihah 41xKhasiat membaca surat Al Fatihah sebanyak 41x adalah akan diberikan kemuliaan seperti ditinggikan derajatnya. Ia juga akan dijauhkan dari kemiskinan dan Allah membantu melunasi hutang-hutang yang dimilikinya. Caranya yaitu membaca surat Al Fatihah 41x pada waktu antara sholat sunnah Subuh dan fardhu Subuh. Kemudian sesudahnya membaca doa berikut ini sekali saja, akan tetapi lebih afdal dibaca tiga kaliAllahumma inni a’uudzubika minalhummi wa a’uudzubika minal’azji walkasali wa a’uudzubika minalzubni walbukhli wa a’uudzubika min ghalabatiiddaini wa “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kebingungan dan kesedihan, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, aku berlindung kepada-Mu dari ketakutan dan kekikiran, aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan tekanan orang-orang.” Untukmeraih sukses dan keberhasilan dalam cita cita ananda biasakan membaca tadabbur surat al fath ayat 1-4 seperti yang dicontohkan pada artikel "Khasiat dan manfaat surat alfath 1-4" diblog ini. bagaimanakah cara mengamalkan tadabbur alfatihah untuk melunakkan hati calon mertuanya agar dia dapat merestui hubungan saya dan anak nya
403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID CojfwzLnhvxuU3B7R1i1l30ztINFzeDq664ff62iDjM3Rn7fYMD00A==
Untukmeraih khsaiat ayat Kursi yaitu kesaktian, kewibawaan dan kerezekian, pengasihan juga untuk mendapatkan keberkahan maka cara mengamalkan ayat kursi bisa digolongkan dalam meraih segala hajat. Adapun caranya : Lakukan solat hajat 2 rakaat di tengah malam. Ilaa li ridhoillahi ta'ala Al Fatihah (kemudian bacalah surat Al Fatihah 1 kali) – Ada amalan di awal puasa Ramadhan yang tak boleh terlewatkan oleh umat muslim. Membaca surah Al Fath di awal Ramadhan sangat dianjurkan. Apa keutamaan membaca surah Al Fathdi awal Ramadhan? اِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُّبِيْنً Simak keutamaan membaca surah Al Fath dan cara mengamalkannya di artikel ini. Di bulan Ramadhan ini, Allah SWT melipatgandakan semua amal ibadah yang dilakukan oleh hamba-Nya. Dan di bulan ini, pintu-pintu neraka pun ditutup. Terdapat malam yang mulia yakni malam lailatul qadr yang lebih baik dari seribu bulan. Dan semua amalan yang dilakukan akan mendapatkan pahala yang berlipatganda dari Allah SWT. Oleh karena itu, jangan menyia-nyiakan atau melewatkan kesempatan emas ini, untuk terus beribadah kepada Allah SWT. Di awal Ramadhan terdapat amalan malam pertama Ramadhan yang sangat dianjurkan. Membaca surah Al Fath di awal Ramadhan memiliki manfaat dan keutamaan tersendiri. Surah Al Fath adalah surah yang kerap dibaca dan sangat dicintai oleh Rasulullah SAW daripada seisi dunia sesuai dengan sabda-Nya. “Telah turun padaku malam ini sebuah surat; surat tersebut lebih aku cintai daripada terbitnya matahari” HR. At-Tirmidzi, Shahih Al-Jami’ No. 5121 Salah satu surah dalam Al-Qur’an ini dinamakan Al Fath lantaran Allah menyebutkan banyaknya penaklukan dan karunia yang agung untuk Rasulullah dan para sahabatnya di dalam surah ini. Surah Al Fath ini terdiri dari 29 ayat yang terdapat di dalam juz 26. Surah Al Fath tergolong surah Madaniyah surah yang diturunkan di kota Madinah. Terdapat keutamaan dalam membaca surah Al Fath di awal puasa Ramadhan. Barang siapa yang membaca surah Al Fath, maka istri, harta, dan apapun yang dimilikinya akan terjaga dari kerusakan. Selain itu, di dalam surah Al Fath juga terdapat arti dan amalan yang baik jika dibaca dan diamalkan pada bulan Ramadhan. akan memaparkan terkait keutaman membaca surah Al Fath di awal puasa lainnya di bawah ini. Dilansir dari buku karya Ustadz Rusdianto, Terjemah dan Fadhilah Majmu’ Syarif, ada beberapa keutamaan yang bisa didapatkan ketika membaca surah Al Fath di awal Ramadhan. Berikut penjelasannya 1. Sebagian orang makrifat menyebutkan, barang siapa yang membaca surah Al Fath di permulaan malam bulan Ramadhan, maka orang tersebut akan terjaga dari berbagai macam penyakit selama satu tahun kemudian. 2. Jika surah Al Fath dibaca di tiga malam di awal bulan Ramadhan, maka orang yang membacanya akan diberi kelapangan rezeki selama setahun kemudian. 3. Bila membaca surah Al Fath terus-menerus setiap harinya, maka orang tersebut akan ditemui oleh Rasulullah di dalam mimpi. 4. Barang siapa yang membaca surah Al Fath dengan istiqomah hingga akhir hayatnya, maka orang tersebut kelak akan berkumpul bersama orang yang mati syahid. 5. Nabi Muhammad SAW bersabda Membaca surah Al Fath sama dengan pahalanya berperang syahid bersama Rasulullah semasa Fathu Makkah.’ Sabda ini terdapat dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Sa’labi. 6. Barang siapa yang membacanya sekali setiap shalat fardhu, maka Allah SWT akan memberikan kemenangan untuknya dalam melawan hawa nafsu dan setan. Cara Mengamalkan Surah Al Fath di Awal Puasa Ramadhan Setelah mengetahui keutamaan dari surah Al Fath, maka yang harus dilakukan selanjutnya adalah mengamalkan surah Al Fath. Bagaimana cara mengamalkan surah Al Fath di awal puasa? Simak ulasannya di bawah ini. Dilansir dari buku karya Haidar Ahmad yang berjudul Mukjizat Surah-surah Al-Quran 2005, umat muslim disunnahkan untuk membaca ayat ke-29 pada surah ini, bersama dengan surah Al Fatihah dan ayat ke-154 Surah Ali Imran selama sepuluh hari. Dan membaca surah tersebut sebanyak 11 kali setiap hari. Hal tersebut dilakukan agar segala permintaan dan hajat, sebagian atau keseluruhan bisa terkabul atas kehendak Allah SWT. Cara lainnya menurut para ulama adalah membaca surat Al Fath dalam shalat sunnah. Dalam Tadzkirun Nas Al-Habib Ahmad bin Hasan Alatas berkata “Di awal Ramadhan, hendaknya ia melakukan Shalat Sunah dua atau empat rakaat, dan membaca surat Al-Fath dalam shalatnya itu. Jika dilakukan, maka ia akan menjalani tahun itu dalam kemakmuran, dan penjagaan, insya Allah.” Hal yang sama juga disampaikan oleh Syekh Abdul Qadir Al-Jailani di dalam kitab Al-Ghunyah. Berikut adalah tata cara mengamalkan surah Al Fath dalam shalat sunnah Shalat sunnah empat rakaat Membaca surah Al Fath ayat 1-10 di rakaat pertama usai Al Fatihah. Membaca surah Al Fath ayat 11-16 di rakaat kedua usai Al Fatihah. Membaca surah Al Fath ayat 17-25 di rakaat ketiga usai Al Fatihah. Membaca surah Al Fath ayat 26-29 di rakaat keempat usai Al Fatihah. Shalat sunnah dua rakaat Membaca surah Al Fath ayat 1-16 di rakaat pertama usai Al Fatihah. Membaca surah Al Fath ayat 17-29 di rakaat kedua usai Al Fatihah. Bagi yang tak hafal surah Al Fath dapat membacanya dengan melihat mushaf. Namun, jika membaca dengan melihat msuhaf, maka tidak boleh melakukan tiga gerakan secara beruntun ketika membuka dan menutup Al Quran. Sebab, hal tersebut bisa membatalkan shalat. Ketika sujud dan rukuk, letakkan mushaf pada sakut atau di tempat terhormat. Ingat, jangan meletakkan mushaf di lantai atau tempat yang tak terhormat. */sumber TataCara Mengamalkan Surat Al An 'Am Ayat 103 / Http Repository Uinjkt Ac Id Dspace Bitstream 123456789 30519 3 Yohanna 20makatangin Fitk Pdf - Setelah sholat wajib bacalah ayat kursi sebanyak 20 kali sehingga dala. 28 Agu, 2021 Posting Komentar Tentunya bila diamalkan dengan tata cara tertentu. Setelah sholat wajib bacalah ayat kursi sebanyak 403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID yFSC8LsHMQatTAPtAVCiKTVLZkjDxfbHJcMqxHXewpITHwf3CqKwdg== Lalubaca surah Al-Fatihah 1x. Lakukan sekarang kerana mungkin sudah lama atau tidak pernah anda menghadiahkan Al-Fatihah pada diri sendiri, lakukan sekarang dan nikmatilah rasanya. Rasulullah S.A.W bersabda:"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya, maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada 48. QS. Al-Fath Kemenangan 29 ayat اِنَّا فَتَحۡنَا لَكَ فَتۡحًا مُّبِيۡنًا Innaa fatahnaa laka Fatham Mubiinaa 1. Sungguh, Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata. لِّيَـغۡفِرَ لَكَ اللّٰهُ مَا تَقَدَّمَ مِنۡ ذَنۡۢبِكَ وَ مَا تَاَخَّرَ وَيُتِمَّ نِعۡمَتَهٗ عَلَيۡكَ وَيَهۡدِيَكَ صِرَاطًا مُّسۡتَقِيۡمًا Liyaghfira lakal laahu maa taqaddama min zambika wa maa ta akhkhara wa yutimma ni'matahuu 'alaika wa yahdiyaka siraatam mustaqiima 2. Agar Allah memberikan ampunan kepadamu Muhammad atas dosamu yang lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan menunjukimu ke jalan yang lurus, وَّ يَنۡصُرَكَ اللّٰهُ نَصۡرًا عَزِيۡزًا Wa yansurakal laahu nasran 'aziizaa 3. dan agar Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat banyak. هُوَ الَّذِىۡۤ اَنۡزَلَ السَّكِيۡنَةَ فِىۡ قُلُوۡبِ الۡمُؤۡمِنِيۡنَ لِيَزۡدَادُوۡۤا اِيۡمَانًا مَّعَ اِيۡمَانِهِمۡ‌ ؕ وَلِلّٰهِ جُنُوۡدُ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضِ‌ؕ وَكَانَ اللّٰهُ عَلِيۡمًا حَكِيۡمًا Huwal laziii anzalas sakiinata fii quluubil mu'miniina liyazdaaduuu iimaanamma'a iimaanihim; wa lillaahi junuudus samawaati wal ard; wa kaanal laahu 'Aliiman Hakiimaa 4. Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin untuk menambah keimanan atas keimanan mereka yang telah ada. Dan milik Allah-lah bala tentara langit dan bumi, dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana; لِّيُدۡخِلَ الۡمُؤۡمِنِيۡنَ وَالۡمُؤۡمِنٰتِ جَنّٰتٍ تَجۡرِىۡ مِنۡ تَحۡتِهَا الۡاَنۡهٰرُ خٰلِدِيۡنَ فِيۡهَا وَيُكَفِّرَ عَنۡهُمۡ سَيِّاٰتِهِمۡ‌ؕ وَكَانَ ذٰ لِكَ عِنۡدَ اللّٰهِ فَوۡزًا عَظِيۡمًا Liyudkhilal mu'miniina walmu'minaati jannaatin tajrii min tahtihal anhaaru khaalidiina fiihaa wa yukaffira 'anhum saiyi aatihim; wa kaana zaalika 'indal laahi fawzan 'aziimaa 5. Agar Dia masukkan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya dan Dia akan menghapus kesalahan-kesalahan mereka. Dan yang demikian itu menurut Allah suatu keuntungan yang besar, وَّيُعَذِّبَ الۡمُنٰفِقِيۡنَ وَالۡمُنٰفِقٰتِ وَالۡمُشۡرِكِيۡنَ وَ الۡمُشۡرِكٰتِ الظَّآنِّيۡنَ بِاللّٰهِ ظَنَّ السَّوۡءِ‌ؕ عَلَيۡهِمۡ دَآٮِٕرَةُ السَّوۡءِ‌ ۚ وَ غَضِبَ اللّٰهُ عَلَيۡهِمۡ وَلَعَنَهُمۡ وَاَعَدَّ لَهُمۡ جَهَنَّمَؕ وَسَآءَتۡ مَصِيۡرًا Wa yu'azzibal munaafiqiina walmunaafiqooti wal mushrikiina walmushrikaatiz zaaanniina billaahi zannas saw'; 'alaihim daaa'iratus saw'i wa ghadibal laahu 'alaihim wa la'anahum wa a'adda lahum jahannama wa saaa' at masiiraa 6. dan Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, dan juga orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang berprasangka buruk terhadap Allah. Mereka akan mendapat giliran azab yang buruk dan Allah murka kepada mereka dan mengutuk mereka serta menyediakan neraka Jahanam bagi mereka. Dan neraka Jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali. وَلِلّٰهِ جُنُوۡدُ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضِ‌ؕ وَكَانَ اللّٰهُ عَزِيۡزًا حَكِيۡمًا Wa lillaahi junuudus samaawaati wal ard; wa kaanal laahu 'aziizan hakiima 7. Dan milik Allah bala tentara langit dan bumi. Dan Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana. اِنَّاۤ اَرۡسَلۡنٰكَ شَاهِدًا وَّمُبَشِّرًا وَّنَذِيۡرًا Innaaa arsalnaaka shaahi danw wa mubashshiranw wa naziira 8. Sesungguhnya Kami mengutus engkau Muhammad sebagai saksi, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, لِّـتُؤۡمِنُوۡا بِاللّٰهِ وَ رَسُوۡلِهٖ وَتُعَزِّرُوۡهُ وَتُوَقِّرُوۡهُ ؕ وَتُسَبِّحُوۡهُ بُكۡرَةً وَّاَصِيۡلًا Litu minuu billaahi wa Rasuulihii wa tu'azziruuhu watuwaqqiruuhu watusabbi huuhu bukratanw wa asiilaa 9. agar kamu semua beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menguatkan agama-Nya, membesarkan-Nya, dan bertasbih kepada-Nya pagi dan petang. اِنَّ الَّذِيۡنَ يُبَايِعُوۡنَكَ اِنَّمَا يُبَايِعُوۡنَ اللّٰهَ ؕ يَدُ اللّٰهِ فَوۡقَ اَيۡدِيۡهِمۡ‌ ۚ فَمَنۡ نَّكَثَ فَاِنَّمَا يَنۡكُثُ عَلٰى نَفۡسِهٖ‌ۚ وَمَنۡ اَوۡفٰى بِمَا عٰهَدَ عَلَيۡهُ اللّٰهَ فَسَيُؤۡتِيۡهِ اَجۡرًا عَظِيۡمًا Innal laziina yubaayi'uunaka innamaa yubaayi'uunal laaha yadul laahi fawqa aydehim; faman nakasa fainnamaa yuankusu 'alaa nafsihii wa man awfaa bimaa 'aahada 'alihul laaha fasa yu'tiihi ajran 'aziimaa 10. Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepadamu Muhammad, sesungguhnya mereka hanya berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barangsiapa melanggar janji, maka sesungguhnya dia melanggar atas janji sendiri; dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah maka Dia akan memberinya pahala yang besar. سَيَـقُوۡلُ لَكَ الۡمُخَلَّفُوۡنَ مِنَ الۡاَعۡرَابِ شَغَلَـتۡنَاۤ اَمۡوَالُـنَا وَاَهۡلُوۡنَا فَاسۡتَغۡفِرۡ لَـنَا‌ ۚ يَقُوۡلُوۡنَ بِاَلۡسِنَتِهِمۡ مَّا لَـيۡسَ فِىۡ قُلُوۡبِهِمۡ‌ؕ قُلۡ فَمَنۡ يَّمۡلِكُ لَـكُمۡ مِّنَ اللّٰهِ شَيۡـًٔــا اِنۡ اَرَادَ بِكُمۡ ضَرًّا اَوۡ اَرَادَ بِكُمۡ نَفۡعًا ‌ؕ بَلۡ كَانَ اللّٰهُ بِمَا تَعۡمَلُوۡنَ خَبِيۡرًا Sa yaquulu lakal mukhal lafuuna minal-A'raabi shaighalatnaaa amwaalunaa wa ahluunaa fastaghfir lanaa; yaquuluuna bi alsinatihim maa laisa fii quluubihim; qul famany yamliku lakum minal laahi shai'an in araada bikum darran aw araada bikum naf'aa; bal kaana 11. Orang-orang Badui yang tertinggal tidak turut ke Hudaibiyah akan berkata kepadamu, "Kami telah disibukkan oleh harta dan keluarga kami, maka mohonkanlah ampunan untuk kami." Mereka mengucapkan sesuatu dengan mulutnya apa yang tidak ada dalam hatinya. Katakanlah, "Maka siapakah yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah jika Dia menghendaki bencana terhadap kamu atau jika Dia menghendaki keuntungan bagimu? Sungguh, Allah Mahateliti dengan apa yang kamu kerjakan." بَلۡ ظَنَـنۡـتُمۡ اَنۡ لَّنۡ يَّـنۡقَلِبَ الرَّسُوۡلُ وَالۡمُؤۡمِنُوۡنَ اِلٰٓى اَهۡلِيۡهِمۡ اَبَدًا وَّزُيِّنَ ذٰ لِكَ فِىۡ قُلُوۡبِكُمۡ وَظَنَنۡتُمۡ ظَنَّ السَّوۡءِ ۖۚ وَكُنۡـتُمۡ قَوۡمًا ۢ بُوۡرًا‏ Bal zanantum al lany yanqalibar Rasuulu walmu'minuuna ilaaa ahliihim abadanw wa zuyyina zaalika fii quluubikum wa zanantum zannnas saw'i wa kuntum qawmam buuraa 12. Bahkan semula kamu menyangka bahwa Rasul dan orang-orang mukmin sekali-kali tidak akan kembali lagi kepada keluarga mereka selama-lamanya dan dijadikan terasa indah yang demikian itu di dalam hatimu, dan kamu telah berprasangka dengan prasangka yang buruk, karena itu kamu menjadi kaum yang binasa. وَمَنۡ لَّمۡ يُؤۡمِنۡۢ بِاللّٰهِ وَرَسُوۡلِهٖ فَاِنَّاۤ اَعۡتَدۡنَا لِلۡكٰفِرِيۡنَ سَعِيۡرًا Wa mal lam yu'mim billaahi wa Rasuulihii fainnaaa a'tadnaa lilkaafiriina sa'iiraa 13. Dan barangsiapa tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir itu neraka yang menyala-nyala. وَلِلّٰهِ مُلۡكُ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضِ‌ؕ يَغۡفِرُ لِمَنۡ يَّشَآءُ وَيُعَذِّبُ مَنۡ يَّشَآءُ‌ ؕ وَكَانَ اللّٰهُ غَفُوۡرًا رَّحِيۡمًا Wa lillaahii mulkus samaawaati wal ard; yaghfiru limany yashaaa'u wa yu'azzibu many yashaaa'; wa kaanal laahu Ghafuurar Rahiimaa 14. Dan hanya milik Allah kerajaan langit dan bumi. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan akan mengazab siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. سَيَـقُوۡلُ الۡمُخَلَّفُوۡنَ اِذَا انْطَلَقۡتُمۡ اِلٰى مَغَانِمَ لِتَاۡخُذُوۡهَا ذَرُوۡنَا نَـتَّبِعۡكُمۡ‌ ۚ يُرِيۡدُوۡنَ اَنۡ يُّبَدِّلُوۡا كَلٰمَ اللّٰهِ‌ ؕ قُلْ لَّنۡ تَتَّبِعُوۡنَا كَذٰلِكُمۡ قَالَ اللّٰهُ مِنۡ قَبۡلُ‌ ۚ فَسَيَقُوۡلُوۡنَ بَلۡ تَحۡسُدُوۡنَـنَا‌ ؕ بَلۡ كَانُوۡا لَا يَفۡقَهُوۡنَ اِلَّا قَلِيۡلًا‏ Sa yaquulul mukhalla fuuna izan talaqtum ilaa maghaanima litaakhuzuuhaa zaruunaa nattabi'kum yuriiduuna any yubaddiluu Kalaamallaah; qul lan tattabi'uunaa kazaalikum qoolal laahu min qablu fasa yaquuluuna bal tahsuduunanna; bal kaanuu laa yafqahuuna illaa 15. Apabila kamu berangkat untuk mengambil barang rampasan, orang-orang Badui yang tertinggal itu akan berkata, "Biarkanlah kami mengikuti kamu." Mereka hendak mengubah janji Allah. Katakanlah, "Kamu sekali-kali tidak boleh mengikuti kami. Demikianlah yang telah ditetapkan Allah sejak semula." Maka mereka akan berkata, "Sebenarnya kamu dengki kepada kami." Padahal mereka tidak mengerti melainkan sedikit sekali. قُلْ لِّلۡمُخَلَّفِيۡنَ مِنَ الۡاَعۡرَابِ سَتُدۡعَوۡنَ اِلٰى قَوۡمٍ اُولِىۡ بَاۡسٍ شَدِيۡدٍ تُقَاتِلُوۡنَهُمۡ اَوۡ يُسۡلِمُوۡنَ‌ ۚ فَاِنۡ تُطِيۡـعُوۡا يُـؤۡتِكُمُ اللّٰهُ اَجۡرًا حَسَنًا‌ ۚ وَاِنۡ تَتَـوَلَّوۡا كَمَا تَوَلَّيۡـتُمۡ مِّنۡ قَبۡلُ يُعَذِّبۡكُمۡ عَذَابًا اَ لِيۡمًا‏ Qul lilmukhallafiina minal A'raabi satud'awna ilaa qawmin ulii baasin shadiidin tuqooti luunahum aw yuslimuuna fa in tutii'uu yu'tikumul laahu ajran hasananw wa in tatawallaw kamaa tawallaitum min qablu yu'azzibkum 'azaaban aliimaa 16. Katakanlah kepada orang-orang Badui yang tertinggal, "Kamu akan diajak untuk memerangi kaum yang mempunyai kekuatan yang besar, kamu harus memerangi mereka kecuali mereka menyerah. Jika kamu patuhi ajakan itu Allah akan memberimu pahala yang baik, tetapi jika kamu berpaling seperti yang kamu perbuat sebelumnya, Dia akan mengazab kamu dengan azab yang pedih." لَيۡسَ عَلَى الۡاَعۡمٰى حَرَجٌ وَّلَا عَلَى الۡاَعۡرَجِ حَرَجٌ وَّلَا عَلَى الۡمَرِيۡضِ حَرَجٌ‌ ؕ وَمَنۡ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوۡلَهٗ يُدۡخِلۡهُ جَنّٰتٍ تَجۡرِىۡ مِنۡ تَحۡتِهَا الۡاَنۡهٰرُ‌‌ۚوَمَنۡ يَّتَوَلَّ يُعَذِّبۡهُ عَذَابًا اَلِيۡمًا‏ Laisa 'alal a'maa harajunw wa laa 'alal a'raji harajunw wa laa 'alal mariidi haraj' wa many yutil'il laaha wa Rasuulahuu yudkhilhu jannaatin tajrii min tahtihal anhaaru wa many yatawalla yu'azzibhu 'azaaban aliimaa 17. Tidak ada dosa atas orang-orang yang buta, atas orang-orang yang pincang, dan atas orang-orang yang sakit apabila tidak ikut berperang. Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia akan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; tetapi barangsiapa berpaling, Dia akan mengazabnya dengan azab yang pedih. لَـقَدۡ رَضِىَ اللّٰهُ عَنِ الۡمُؤۡمِنِيۡنَ اِذۡ يُبَايِعُوۡنَكَ تَحۡتَ الشَّجَرَةِ فَعَلِمَ مَا فِىۡ قُلُوۡبِهِمۡ فَاَنۡزَلَ السَّكِيۡنَةَ عَلَيۡهِمۡ وَاَثَابَهُمۡ فَتۡحًا قَرِيۡبًا Laqad radiyal laahu 'anil mu'miniina iz yubaayi 'uunaka tahtash shajarati fa'alima maa fii quluubihim fa anzalas sakiinata 'alaihim wa asaa bahum fat han qariibaa 18. Sungguh, Allah telah meridhai orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu Muhammad di bawah pohon, Dia mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu Dia memberikan ketenangan atas mereka dan memberi balasan dengan kemenangan yang dekat, وَّمَغَانِمَ كَثِيۡرَةً يَّاۡخُذُوۡنَهَا ‌ؕ وَكَانَ اللّٰهُ عَزِيۡزًا حَكِيۡمًا Wa maghaanima kasiira tany yaakhuzuunahaa; wa kaanal laahu 'Aziizan Hakiimaa 19. dan harta rampasan perang yang banyak yang akan mereka peroleh. Dan Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana. وَعَدَكُمُ اللّٰهُ مَغَانِمَ كَثِيۡرَةً تَاۡخُذُوۡنَهَا فَعَجَّلَ لَكُمۡ هٰذِهٖ وَكَفَّ اَيۡدِىَ النَّاسِ عَنۡكُمۡ‌ۚ وَلِتَكُوۡنَ اٰيَةً لِّلۡمُؤۡمِنِيۡنَ وَيَهۡدِيَكُمۡ صِرَاطًا مُّسۡتَقِيۡمًاۙ Wa'adakumul laahu ma ghaanima kasiiratan taakhuzuu nahaa fa'ajjala lakum haazihii wa kaffa aydiyan naasi 'ankum wa litakuuna aayatal lilmu'miniina wa yahdiyakum siraatam mustaqiima 20. Allah menjanjikan kepadamu harta rampasan perang yang banyak yang dapat kamu ambil, maka Dia segerakan harta rampasan perang ini untukmu dan Dia menahan tangan manusia dari membinasakanmu agar kamu mensyukuri-Nya dan agar menjadi bukti bagi orang-orang mukmin dan agar Dia menunjukkan kamu ke jalan yang lurus. KwUc8.
  • e4diir3ydj.pages.dev/351
  • e4diir3ydj.pages.dev/277
  • e4diir3ydj.pages.dev/249
  • e4diir3ydj.pages.dev/376
  • e4diir3ydj.pages.dev/91
  • e4diir3ydj.pages.dev/361
  • e4diir3ydj.pages.dev/418
  • e4diir3ydj.pages.dev/346
  • cara mengamalkan surat al fath